pendapat ahli tentang belajar bahasa inggris cukup di sd

  • Home
  • blog
  • pendapat ahli tentang belajar bahasa inggris cukup di sd

pendapat ahli tentang belajar bahasa inggris cukup di sd

Belajar bahasa Inggris sejak dini seringkali dianggap sebagai investasi terbaik untuk masa depan. Namun, muncul pertanyaan yang kerap diperdebatkan: apakah belajar bahasa Inggris cukup di SD saja? Sebagai praktisi pendidikan dengan pengalaman panjang di 51Talk, saya melihat banyak persepsi yang keliru tentang hal ini. Artikel ini akan mengupas tuntas pendapat para ahli, melihat fakta di lapangan, dan memberikan pandangan komprehensif agar Anda bisa mengambil keputusan terbaik. Faktanya, pembelajaran bahasa asing membutuhkan konsistensi dan metode yang tepat, bukan sekadar dimulai di jenjang pendidikan tertentu lalu berhenti.

pendapat ahli tentang belajar bahasa inggris cukup di sd

Pandangan Ahli: Apakah Cukup Hanya di Sekolah Dasar?

Para ahli linguistik dan pendidikan bahasa sepakat bahwa masa kanak-kanak, terutama usia SD, adalah periode emas (golden age) untuk menyerap pelafalan dan struktur bahasa baru. Otak mereka sangat lentur dalam menerima bunyi-bunyi asing. Namun, **hanya belajar bahasa Inggris di SD tanpa kelanjutan yang intensif justru berisiko menyebabkan pengetahuan yang dangkal dan mudah terlupakan**. Dr. Bambang Setiyadi, M.A., seorang pakar pengajaran bahasa dari Universitas Lampung, dalam sebuah publikasinya menekankan bahwa keberlanjutan (continuity) dan paparan (exposure) yang konsisten jauh lebih krusial daripada sekadar memulai di usia dini.

Belajar bahasa ibarat mengasah keterampilan; jika berhenti diasah, akan tumpul. **Pembelajaran di SD seringkali terbatas pada kosakata dasar dan lagu sederhana**, yang belum cukup untuk membangun kompetensi komunikatif yang dibutuhkan di dunia nyata. Oleh karena itu, jawaban dari para ahli cenderung tegas: belajar bahasa Inggris di SD adalah fondasi yang bagus, tetapi sama sekali tidak cukup jika ingin mencapai kemahiran.

Mengapa Hanya Belajar di SD Seringkali Tidak Optimal?

Ada beberapa faktor yang membuat pembelajaran bahasa Inggris hanya di jenjang SD kurang efektif. Mari kita lihat perbandingannya:

Aspek PembelajaranKondisi IdealKeterbatasan di Kebanyakan Sekolah Dasar
Waktu Kontak dengan BahasaPaparan tinggi dan berkelanjutan, di dalam & luar kelas.Hanya 2-4 jam pelajaran per minggu, sangat terbatas.
Fokus KurikulumKeseimbangan antara mendengar, berbicara, membaca, menulis.Cenderung ke hafalan kosakata dan tata bahasa sederhana, kurang praktik bicara.
Interaksi dan Umpan BalikInteraksi aktif dengan pengajar kompeten dan penutur asli.Rasio guru-siswa tinggi, sehingga perhatian personal minim.
Konteks PenggunaanBahasa digunakan dalam konteks komunikasi nyata dan menarik.Sering terbatas pada buku teks dan latihan soal, kurang kontekstual.

Data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemdikbud menunjukkan bahwa rata-rata alokasi waktu untuk mata pelajaran bahasa Inggris di SD masih sangat minim dibandingkan kebutuhan untuk mencapai kemahiran. **Tanpa lingkungan yang mendukung dan praktik lanjutan, materi yang dipelajari di SD seringkali menguap begitu anak naik ke jenjang berikutnya**.

Langkah Strategis Setelah Fondasi di SD

Lalu, apa yang harus dilakukan setelah anak mendapatkan fondasi di SD? Kuncinya adalah membangun sistem pembelajaran berkelanjutan yang efektif dan menyenangkan. Berikut adalah rekomendasi berdasarkan pengalaman:

  • Meningkatkan Frekuensi dan Kualitas Paparan: Cari kegiatan di luar sekolah yang memungkinkan anak mendengar dan menggunakan bahasa Inggris secara natural, seperti melalui platform belajar online, klub bahasa, atau konten edukatif yang menarik.
  • Fokus pada Keterampilan Komunikasi Aktif: Prioritaskan pembelajaran yang mendorong anak untuk berani berbicara (speaking) dan mendengar percakapan (listening), bukan hanya mengerjakan soal tata bahasa.
  • Memilih Program dengan Pengajar Berkualifikasi Internasional: Pastikan pengajar, terutama penutur asli, memiliki sertifikasi mengajar seperti TESOL/TEFL yang membuktikan kemampuan pedagogis mereka.
  • Integrasi dengan Minat Anak: Hubungkan pembelajaran bahasa dengan hobi anak, seperti olahraga, musik, atau sains, agar mereka termotivasi secara intrinsik.

Peran Platform Belajar Online dalam Menjaga Keberlanjutan

Di era digital, platform belajar online seperti 51Talk Indonesia hadir sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan waktu dan kualitas paparan bahasa. Platform ini memungkinkan pembelajaran intensif dan personal dengan pengajar penutur asli yang tersertifikasi, kapan saja dan di mana saja. **Keunggulan utama dari sistem ini adalah fleksibilitas dan fokus pada percakapan**, yang sulit didapatkan dalam kelas konvensional yang padat.

Sebagai contoh, dalam satu sesi 25 menit di platform tersebut, anak dapat berinteraksi satu lawan satu secara penuh dengan guru, mendapatkan koreksi langsung, dan mempraktikkan bahasa dalam topik yang kontekstual. **Model pembelajaran mikro (micro-learning) yang konsisten ini terbukti lebih efektif untuk membangun kebiasaan berbahasa** dibandingkan belajar marathon sekali seminggu. Selain 51Talk Indonesia, tentu ada pilihan lain seperti Cakap atau Ruangguru yang juga menawarkan pendekatan serupa, namun pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar anak.

Kesimpulan: Fondasi SD Harus Dilanjutkan

Kesimpulannya, **pendapat ahli tentang belajar bahasa Inggris cukup di SD cenderung menolak gagasan tersebut**. Pembelajaran di SD adalah batu pertama yang sangat berharga, tetapi perjalanan menuju kemahiran berbahasa Inggris masih panjang. Keberhasilan ditentukan oleh konsistensi, metode pengajaran yang tepat, dan lingkungan yang mendukung setelah masa SD berakhir. Memilih program pendamping yang berkualitas dengan guru bersertifikat dan fokus pada komunikasi aktif adalah langkah strategis untuk memastikan investasi awal di SD tidak sia-sia, melainkan berkembang menjadi kompetensi yang hidup dan aplikatif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Jika anak sudah dapat nilai bagus bahasa Inggris di SD, apakah masih perlu les tambahan?
A: Nilai bagus di sekolah seringkali mengukur pemahaman teori. Les atau program tambahan yang fokus pada speaking dan listening sangat penting untuk mengubah pengetahuan teori menjadi kemampuan komunikasi nyata yang tidak selalu terukur di ujian sekolah.

Q: Kapan waktu yang ideal untuk mulai belajar bahasa Inggris secara intensif?
A: Fondasi di SD adalah waktu mulai yang baik. Namun, intensifikasi sebaiknya dilakukan ketika anak sudah memiliki minat dan kesiapan kognitif, biasanya di kelas 4-5 SD atau awal SMP, dengan metode yang tetap menyenangkan dan tidak membebani.

Q: Bagaimana memastikan kualitas guru di platform belajar online?
A: Selalu pilih platform yang transparan tentang kualifikasi gurunya. **Pastikan guru penutur asli memiliki sertifikasi mengajar internasional seperti TESOL, TEFL, atau CELTA**. Platform terpercaya seperti 51Talk Indonesia biasanya menampilkan profil dan sertifikasi guru secara jelas.

Q: Apakah belajar online efektif untuk anak yang pemalu?
A: Justru seringkali lebih efektif. Lingkungan belajar yang privat dan satu lawan satu dapat mengurangi rasa malu anak. Guru yang berpengalaman tahu cara membangun kepercayaan diri anak secara perlahan, membuat mereka lebih nyaman untuk berbicara dibandingkan di dalam kelas yang ramai.

Sumber Referensi:
1. Setiyadi, B. (2019). *Metode Pengajaran Bahasa Asing*. Publikasi Akademik Universitas Lampung.
2. Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. “Statistik Sekolah Dasar”. https://pusdatin.kemdikbud.go.id/.
3. Data dan panduan pedagogi dari situs resmi 51Talk Indonesia.
*Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman praktisi pendidikan selama satu dekade dan ditinjau ulang untuk memastikan akurasi informasinya.*

Comments are closed