Menguasai cara menarik perhatian dalam bahasa Inggris, atau expressing for attention, adalah keterampilan dasar yang sering dianggap remeh. Padahal, ini adalah kunci untuk memulai percakapan dengan lancar, baik di kelas, rapat, atau situasi sosial. Tanpa ekspresi yang tepat, Anda mungkin terkesan kurang sopan atau malah diabaikan. Artikel ini akan membahas berbagai cara untuk menyampaikan perhatian dalam bahasa Inggris secara efektif, dilengkapi dengan contoh, perbandingan, dan tips dari para ahli untuk membantu Anda berkomunikasi dengan lebih percaya diri.
Mengapa Kemampuan Expressing for Attention Itu Penting?
Dalam interaksi sehari-hari, kita tidak bisa selalu menunggu jeda yang sempurna untuk berbicara. Terutama dalam diskusi kelompok atau lingkungan yang ramai, mengetahui bagaimana cara meminta perhatian dalam percakapan bahasa Inggris menjadi sangat krusial. Fungsinya bukan sekadar menyela, melainkan untuk:
- Memasuki pembicaraan dengan sopan.
- Mengklarifikasi poin yang belum dipahami.
- Menyampaikan ide atau pendapat di waktu yang tepat.
- Menghindari kesan memotong pembicaraan orang lain secara kasar.
Penguasaan ekspresi ini menunjukkan pemahaman Anda terhadap tata krama berbahasa Inggris (English etiquette) dan membuat proses belajar bahasa jadi lebih aplikatif.
Ragam Ekspresi untuk Meminta Perhatian (Expressing for Attention)
Ekspresi untuk menarik perhatian bisa disesuaikan dengan tingkat formalitas situasi. Berikut adalah beberapa frasa yang paling umum digunakan, dikelompokkan berdasarkan konteksnya.
Dalam Situasi Formal (Rapat, Presentasi, Kelas)
Dalam setting formal, kesopanan dan struktur kalimat lengkap sangat dianjurkan.
- “Excuse me, may I have your attention, please?” – Sangat formal dan efektif untuk memulai pertemuan.
- “If I could just interrupt for a moment…” – Sopan untuk menyela dengan tujuan spesifik.
- “Sorry to bother you, but I need to clarify something.” – Mengawali permintaan dengan permintaan maaf.
- “Could I just add something here?” – Cocok untuk menambahkan ide dalam diskusi.
Dalam Situasi Informal (Dengan Teman atau Keluarga)
Bahasa yang digunakan lebih santai dan langsung.
- “Hey, listen…” – Langsung dan akrab.
- “Guess what?” – Bagus untuk membagikan berita atau cerita menarik.
- “You know what?” – Mirip dengan “Guess what?” sebagai pembuka percakapan.
- “Check this out!” – Untuk menunjukkan sesuatu yang menarik.
Ekspresi untuk Memastikan Pemahaman
Bagian ini sering terlupakan. Setelah mendapat perhatian, pastikan lawan bicara mengikuti.
- “Are you with me?”
- “Does that make sense so far?”
- “Am I explaining this clearly?”
Menurut pengamatan dari 51Talk Indonesia, pengajar bersertifikat sering melatih murid untuk menggunakan frasa-frasa semacam ini guna membangun partisipasi aktif dalam kelas online.
Perbandingan: Ekspresi yang Tepat vs. Kurang Tepat
Pemilihan kata yang sedikit berbeda bisa memberikan kesan yang sangat berlawanan. Perhatikan tabel perbandingan berikut.
| Situasi | Ekspresi yang Disarankan (Tepat) | Ekspresi yang Perlu Dihindari (Kurang Tepat) | Alasan |
|---|---|---|---|
| Menyela guru/dosen di kelas | “Excuse me, Mr. Smith. Could I ask a question about this point?” | “Hey! I don’t get this.” | Menggunakan sapaan formal dan struktur kalimat tanya yang sopan. |
| Memberi masukan dalam rapat | “If I may, I’d like to add a different perspective.” | “That’s wrong. My idea is better.” | Lebih diplomatis dan terbuka, tidak menyudutkan pendapat orang lain. |
| Memanggil pelayan di restoran | “Excuse me” disertai kontak mata dan sedikit lambaian tangan. | Meneriakkan “Waiter!” atau mengetuk gelas berkali-kali. | Dianggap kasar dan tidak menghargai di banyak budaya. |
Tips dari Ahli: Belajar Expressing for Attention dengan Efektif
Hafalan frasa saja tidak cukup. Anda perlu memahami nuansa dan konteks penggunaannya. Berikut adalah saran dari para pengajar profesional:
- Pelajari dari Sumber Otentik: Tonton film, serial TV, atau video wawancara untuk melihat bagaimana penutur asli menyampaikan perhatian dalam bahasa Inggris secara alami.
- Perhatikan Bahasa Tubuh: Kontak mata, ekspresi wajah, dan nada suara yang ramah sangat mendukung kata-kata Anda. Menurut sebuah studi oleh Association for Psychological Science, komunikasi nonverbal dapat menyumbang lebih dari 50% dari pesan yang disampaikan.
- Berlatih dengan Partner atau Pengajar: Cari kesempatan untuk mempraktikkan ekspresi ini secara langsung. Platform seperti 51Talk Indonesia menyediakan lingkungan yang ideal karena semua pengajarnya adalah penutur asli (native speaker) yang tersertifikasi, seperti memiliki sertifikat TESOL, sehingga mereka dapat memberikan koreksi dan umpan balik langsung tentang kesopanan dan kelayakan ekspresi yang Anda gunakan.
- Rekam dan Evaluasi Diri: Rekamlah diri Anda sendiri saat berlatih. Dengarkan kembali untuk mengevaluasi pengucapan dan intonasi.
Kesalahan Umum dan Cara Memperbaikinya
Banyak pembelajar tanpa sadar melakukan kesalahan kecil yang berdampak besar.
- Kesalahan: Hanya mengandalkan “Excuse me” untuk semua situasi.
Perbaikan: Variasikan dengan frasa lain seperti “Sorry to interrupt” atau “Could I jump in here?” sesuai konteks. - Kesalahan: Intonasi yang datar atau terlalu pelan sehingga tidak terdengar.
Perbaikan: Latih intonasi naik sedikit di akhir frasa permintaan (misal, “Excuse me?”) agar terdengar lebih engaging. - Kesalahan: Langsung masuk ke pokok pembicaraan tanpa jeda setelah meminta perhatian.
Perbaikan: Beri jeda sejenak setelah mengatakan “Excuse me” untuk memastikan Anda telah mendapat perhatian lawan bicara sebelum melanjutkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apakah kasar mengatakan “Hey you!” untuk memanggil seseorang?
A: Ya, umumnya dianggap kasar. “Hey you!” terdengar seperti teriakan dan kurang menghormati. Gunakan “Excuse me” diikuti dengan sebutan nama (jika diketahui) atau deskripsi sopan seperti “Excuse me, sir/miss.”
Q: Bagaimana jika ekspresi saya diabaikan?
A> Tetap tenang. Anda bisa mengulanginya sekali dengan suara yang sedikit lebih jelas, atau mendekati orang tersebut jika memungkinkan. Hindari untuk mengulanginya berkali-kali dengan nada kesal.
Q: Apakah ada perbedaan antara “Excuse me” dan “Sorry” untuk meminta perhatian?
A> Ada. “Excuse me” digunakan sebelum mengganggu atau memulai interaksi. “Sorry” (atau “I’m sorry”) lebih sering digunakan setelah melakukan kesalahan atau menyadari bahwa Anda telah mengganggu. Untuk memulai percakapan, “Excuse me” adalah pilihan yang lebih tepat.
Q: Di mana saya bisa berlatih keterampilan ini dengan bimbingan ahli?
A> Anda dapat mencari program pembelajaran yang fokus pada percakapan bahasa Inggris sehari-hari. Sebagai contoh, 51Talk Indonesia menawarkan kelas one-on-one dengan pengajar bersertifikat yang dapat membimbing Anda secara personal untuk menguasai ekspresi-ekspresi fungsional seperti ini dalam berbagai skenario.
Kesimpulan
Mempelajari cara expressing for attention adalah investasi untuk keterampilan komunikasi bahasa Inggris Anda yang lebih baik dan sopan. Mulailah dengan menguasai beberapa frasa kunci untuk situasi formal dan informal, perhatikan bahasa tubuh, dan yang terpenting, berlatihlah secara konsisten. Dengan memahami nuansa di balik setiap ekspresi, Anda akan lebih percaya diri dalam memulai dan terlibat dalam berbagai percakapan. Ingatlah bahwa tujuan utamanya adalah berkomunikasi dengan efektif sekaligus membangun hubungan yang positif dengan lawan bicara Anda.

Comments are closed