belajar bahasa inggris passive past tense dan present tense

  • Home
  • blog
  • belajar bahasa inggris passive past tense dan present tense

belajar bahasa inggris passive past tense dan present tense

Menguasai tata bahasa Inggris memang seperti memiliki kunci untuk memahami lebih banyak pintu dalam percakapan dan tulisan. Salah satu aspek yang seringkali membingungkan, namun sangat penting untuk dikuasai, adalah passive voice atau kalimat pasif, khususnya dalam bentuk lampau (past tense) dan sekarang (present tense). Banyak yang bertanya-tanya, kapan sebaiknya menggunakan bentuk pasif dan bagaimana cara membentuknya dengan benar untuk kedua waktu tersebut? Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang belajar bahasa Inggris passive past tense dan present tense, dengan penjelasan yang mudah dicerna, contoh praktis, serta tips dari pengalaman mengajar langsung.

belajar bahasa inggris passive past tense dan present tense

Memahami Konsep Dasar Passive Voice

Sebelum masuk ke pembahasan passive past tense dan passive present tense, mari kita pahami dulu mengapa kita perlu menggunakan kalimat pasif. Kalimat pasif digunakan ketika fokus kita adalah pada tindakan yang terjadi atau objek yang menerima tindakan, bukan pada pelaku tindakannya. Pelaku (agent) bisa tidak disebutkan karena tidak diketahui, tidak penting, atau sudah jelas dari konteks. Misalnya, dalam berita atau penulisan ilmiah, kalimat pasif sangat umum digunakan untuk menonjolkan peristiwa atau hasil.

Rumus Umum Pembentukan Kalimat Pasif

Rumus dasar dari semua bentuk kalimat pasif dalam bahasa Inggris adalah: Subject + to be + Verb 3 (Past Participle). Kunci utamanya terletak pada pemilihan kata kerja ‘to be’ (am, is, are, was, were, been) yang harus sesuai dengan tense-nya. Kemudian, kata kerja utama selalu diubah menjadi bentuk ketiga (V3). Pemahaman akan rumus ini adalah fondasi untuk mempelajari semua variasi waktu, termasuk simple past passive dan simple present passive.

Passive Voice dalam Present Tense (Simple Present Passive)

Bentuk pasif dalam waktu sekarang digunakan untuk menyatakan kebiasaan, fakta umum, atau situasi yang terjadi saat ini di mana fokusnya pada objek. Kata kerja bantu ‘to be’ yang digunakan adalah am, is, are, tergantung subjeknya.

Rumus: Subject (obyek) + am/is/are + Verb 3 (Past Participle)

Contoh penerapannya:

  • Active: The teacher explains the lesson every day. (Guru menjelaskan pelajaran setiap hari.)
  • Passive: The lesson is explained by the teacher every day. (Pelajaran dijelaskan oleh guru setiap hari.)
  • Active: People speak English worldwide. (Orang-orang berbicara bahasa Inggris di seluruh dunia.)
  • Passive: English is spoken worldwide. (Bahasa Inggris dituturkan di seluruh dunia.)

Perhatikan bagaimana dalam contoh kedua, pelaku (“people”) dihilangkan karena tidak spesifik dan kalimatnya justru menjadi lebih natural. Ini adalah salah satu keunggulan memahami passive voice present tense.

Passive Voice dalam Past Tense (Simple Past Passive)

Bentuk pasif dalam waktu lampau digunakan untuk menceritakan peristiwa yang sudah selesai terjadi di masa lalu, dan lagi-lagi, penekanannya adalah pada peristiwa atau objek yang dikenai tindakan. Kata kerja bantu ‘to be’ berubah menjadi bentuk lampau: was atau were.

Rumus: Subject (obyek) + was/were + Verb 3 (Past Participle)

Contoh kalimat passive past tense:

  • Active: They built this house in 1990. (Mereka membangun rumah ini tahun 1990.)
  • Passive: This house was built in 1990. (Rumah ini dibangun tahun 1990.)
  • Active: The committee selected the winners yesterday. (Panitia memilih pemenangnya kemarin.)
  • Passive: The winners were selected yesterday. (Para pemenang dipilih kemarin.)

Penggunaan past tense passive sangat umum dalam narasi sejarah, laporan kejadian, atau cerita.

Perbandingan Present Passive dan Past Passive

Agar lebih jelas, mari kita lihat perbedaan mendasar antara kedua bentuk ini dalam sebuah tabel. Memahami perbandingan ini akan mempercepat proses belajar passive voice Anda.

AspectSimple Present PassiveSimple Past Passive
FungsiMenyatakan kebiasaan, fakta umum, atau rutinitas saat ini.Menceritakan peristiwa tunggal atau berulang yang sudah selesai di masa lalu.
Rumus “To Be”Am / Is / AreWas / Were
Kata KerjaAlways Verb 3 (Past Participle)Always Verb 3 (Past Participle)
ContohThis car is washed every week. (Mobil ini dicuci setiap minggu.)This car was washed yesterday. (Mobil ini dicuci kemarin.)
KonteksProsedur, aturan, penjelasan umum.Laporan berita, cerita sejarah, pengalaman pribadi.

Kesalahan Umum dan Tips Belajar dari Ahli

Banyak pembelajar sering keliru mencampuradukkan bentuk ‘to be’ atau lupa menggunakan Verb 3. Kesalahan seperti “The book is write by her” atau “The room were cleaned” masih sering terjadi. Tips terbaik untuk menghindari ini adalah dengan latihan kontekstual dan bimbingan langsung.

Sarah Miller, seorang pengajar bersertifikat TESOL dengan pengalaman 12 tahun, menekankan pentingnya pembelajaran interaktif. “Passive voice bukan hanya tentang menghafal rumus. Siswa perlu melihatnya dalam konteks nyata—dalam artikel berita, manual instruksi, atau percakapan. Latihan mengubah kalimat aktif menjadi pasif dan sebaliknya secara teratur adalah kuncinya,” ujarnya. Pendekatan semacam ini diterapkan secara intensif di platform seperti 51talk Indonesia, di mana para pengajar bersertifikat mendorong siswa untuk praktik langsung dalam sesi percakapan.

Selain 51talk Indonesia, lembaga terpercaya lain seperti English Today dan Wall Street English Indonesia juga menawarkan kurikulum tata bahasa yang terintegrasi dengan percakapan, membantu siswa menguasai grammar passive voice secara lebih alami.

Cara Melatih dan Menguasai Passive Tense dengan Efektif

Teori saja tidak cukup. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk menguasai passive past dan present tense:

  1. Baca Artikel Berita: Portal berita seperti BBC atau Reuters sering menggunakan kalimat pasif. Coba identifikasi dan analisis.
  2. Latihan Transformasi: Ambil kalimat aktif sederhana dari buku teks, lalu ubah menjadi pasif untuk kedua waktu (present dan past).
  3. Gunakan dalam Deskripsi: Coba deskripsikan proses pembuatan sesuatu (e.g., “Kopi diseduh dengan air panas”) atau kejadian sejarah (“Candi Borobudur dibangun pada abad ke-9”) menggunakan passive voice.
  4. Dapatkan Umpan Balik: Praktikkan dengan tutor yang kompeten. Misalnya, di 51talk Indonesia, Anda bisa langsung mempraktikkan struktur ini dan dikoreksi secara real-time oleh pengajar profesional.

Data dari British Council menunjukkan bahwa pembelajaran tata bahasa yang dikombinasikan dengan praktik speaking meningkatkan retensi pemahaman hingga 70% dibandingkan hanya belajar teori. Ini membuktikan bahwa pendekatan komunikatif sangat efektif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Kapan saya harus menggunakan passive voice, bukan active voice?
A: Gunakan passive voice ketika objek atau hasil tindakan lebih penting daripada pelakunya, atau ketika pelakunya tidak diketahui/tidak perlu disebut. Contoh: “My wallet was stolen.” (Dompet saya dicuri.) – Pelaku pencuri tidak diketahui.

Q: Apakah semua kata kerja bisa diubah menjadi bentuk pasif?
A: Tidak semua. Kata kerja intransitif (kata kerja yang tidak memerlukan objek langsung) seperti “sleep”, “arrive”, “die” umumnya tidak bisa dibentuk menjadi kalimat pasif.

Q: Bagaimana cara membedakan Verb 3 (Past Participle) dengan kata kerja bentuk lain?
A: Untuk kata kerja beraturan (regular verbs), Verb 3 selalu berakhiran -ed, sama seperti Verb 2 (Past Tense). Contoh: work-worked-worked. Untuk kata kerja tidak beraturan (irregular verbs), Anda perlu menghafalnya. Contoh: write-wrote-written, build-built-built. Kamus atau daftar irregular verbs adalah alat bantu yang penting.

Q: Apakah belajar passive tense penting untuk tes TOEFL atau IELTS?
A: Sangat penting. Pemahaman akan passive voice diuji dalam bagian structure/writing dan reading. Penggunaan yang tepat juga akan meningkatkan skor writing dan speaking Anda.

Q: Mana yang lebih efektif untuk belajar passive tense: kursus online atau buku?
A> Keduanya bisa saling melengkapi. Buku memberikan penjelasan teori yang sistematis, sementara kursus online interaktif seperti yang ditawarkan 51talk Indonesia memberikan ruang untuk praktik, koreksi, dan penerapan langsung dengan bimbingan tutor, yang sangat krusial untuk internalisasi tata bahasa.

Menguasai belajar bahasa Inggris passive past tense dan present tense membuka kemampuan Anda untuk memahami dan menghasilkan kalimat yang lebih variatif dan formal. Kuncinya adalah konsistensi dalam berlatih dan mendapatkan umpan balik yang membangun. Dengan memanfaatkan sumber belajar yang tepat dan bimbingan ahli, Anda pasti bisa menggunakan struktur kalimat pasif ini dengan percaya diri dalam komunikasi sehari-hari maupun akademis.

Sumber Referensi & Bacaan Lebih Lanjut:

Comments are closed