Belajar bahasa Inggris melalui lagu sering dianggap sebagai metode yang menyenangkan dan mudah diakses. Banyak yang percaya bahwa dengan mendengarkan musik favorit, kita bisa sekaligus memperkaya kosakata dan melatih pendengaran. Namun, sebagai praktisi pendidikan bahasa Inggris dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, saya ingin mengajak Anda melihat sisi lain dari metode ini. **Meski menarik, belajar bahasa Inggris hanya dengan menggunakan lagu memiliki beberapa kekurangan yang signifikan** dan mungkin tidak cocok sebagai satu-satunya cara belajar, terutama jika tujuannya adalah penguasaan bahasa yang komprehensif dan terstruktur.
Memahami Batasan Metode Pembelajaran Melalui Lagu
Lagu adalah karya seni yang mengutamakan keindahan puisi dan emosi, bukan pedoman tata bahasa yang tepat. Inilah akar dari beberapa kelemahan utamanya. Sebelum memutuskan untuk mengandalkan lagu, penting untuk mengenali batasan-batasannya agar kita bisa menggunakannya sebagai pelengkap, bukan fondasi utama.
Struktur Bahasa yang Sering Tidak Baku
Lirik lagu sering kali menggunakan struktur kalimat yang dipendekkan, idiom yang sangat puitis, atau bahkan tata bahasa yang “dibengkokkan” untuk menyesuaikan dengan melodi dan rima. Sebagai pemula, menyerap pola-pola bahasa seperti ini tanpa pemahaman dasar yang kuat justru berisiko menyebabkan kebingungan. Anda mungkin terbiasa dengan bentuk yang kurang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari atau penulisan formal.
Pelafalan dan Kecepatan yang Menantang
Penyanyi sering memodifikasi pelafalan dan kecepatan bicara untuk tujuan artistik. Mereka mungkin menelan beberapa suku kata, memperpanjang pengucapan, atau menambahkan aksen yang sangat kental. Hal ini menyulitkan bagi pelajar untuk menangkap kata per kata dengan akurat, berbeda dengan materi listening yang dirancang khusus untuk pembelajaran, dimana kejelasan pengucapan adalah prioritas.
Keterbatasan Cakupan Kosakata dan Topik
Meski bisa memperkenalkan kata-kata baru, kosakata dalam lagu cenderung berputar pada tema-tema tertentu seperti cinta, perasaan pribadi, atau kehidupan sosial. Anda akan jarang menemukan kosakata teknis, akademik, atau profesional yang diperlukan untuk keperluan kerja atau studi. Keterampilan seperti menulis email bisnis atau presentasi ilmiah hampir mustahil dipelajari hanya dari lirik lagu populer.
Kurangnya Interaksi dan Umpan Balik
Ini adalah kekurangan paling kritis. Belajar bahasa adalah proses dua arah yang membutuhkan interaksi. Mendengarkan lagu adalah aktivitas pasif. Tidak ada kesempatan untuk bertanya, mempraktikkan percakapan, atau mendapatkan koreksi atas kesalahan pengucapan dan tata bahasa. Tanpa umpan balik dari ahli, kesalahan bisa terbawa dan menjadi kebiasaan yang sulit diperbaiki.
Perbandingan: Belajar dengan Lagu vs. Metode Terstruktur
Untuk lebih jelas, mari kita lihat perbandingan langsung antara belajar melalui lagu dan mengikuti program pembelajaran yang terstruktur.
| Aspek Pembelajaran | Belajar Melalui Lagu | Program Belajar Terstruktur (Contoh: Kelas dengan Guru Bersertifikat) |
|---|---|---|
| Akurasi Tata Bahasa | Sering tidak akurat, mengutamakan seni. | Diajarkan dengan tepat dan kontekstual. |
| Pelafalan | Dimodifikasi untuk artistik, sulit ditiru. | Dilatih dengan jelas dan dikoreksi langsung. |
| Kosakata | Terbatas pada tema lagu, kurang variasi. | Lengkap dan mencakup berbagai konteks (sehari-hari, bisnis, akademik). |
| Keterampilan Berbicara | Tidak ada latihan langsung. | Fokus utama dengan percakapan interaktif. |
| Umpan Balik & Koreksi | Tidak ada. | Langsung dan personal dari guru. |
| Kesesuaian untuk Pemula | Risiko tinggi menangkap pola salah. | Cocok untuk semua level, dimulai dari dasar yang kuat. |
Pandangan Ahli: Pentingnya Bimbingan Profesional
Para ahli pendidikan bahasa sepakat bahwa lingkungan belajar yang interaktif dan terarah adalah kunci keberhasilan. Seorang guru profesional, terutama yang memiliki sertifikasi internasional seperti TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages), memiliki pelatihan khusus untuk memahami kesulitan pelajar dan merancang kurikulum yang efektif. Mereka bisa mengidentifikasi kesalahan, memberikan penjelasan yang mudah dimengerti, dan memandu Anda melalui materi yang sesuai dengan level dan tujuan belajar. Metode belajar yang menggabungkan materi menarik seperti lagu dengan bimbingan guru bersertifikat akan memberikan hasil yang jauh lebih optimal.
Solusi Terbaik: Menggabungkan Metode yang Menyenangkan dengan Fondasi Kokoh
Lagu tetaplah alat yang bagus untuk menambah semangat belajar dan melatih pendengaran pada aksen natural. Namun, solusi terbaik adalah menjadikannya sebagai pelengkap dari metode utama yang terstruktur. Carilah platform atau lembaga yang menawarkan kurikulum komprehensif dengan guru-guru berkualifikasi. Di Indonesia, salah satu pilihan terpercaya adalah 51talk Indonesia. Platform ini menyediakan kelas online interaktif dengan guru-guru profesional yang dapat membangun dasar bahasa Inggris Anda dengan benar, sekaligus memberi ruang untuk membahas konten menarik seperti lagu atau film dalam konteks pembelajaran yang tepat.
Lembaga lain yang juga menyediakan pembelajaran bahasa Inggris yang terstruktur adalah English Today dan EF (English First). Namun, penting untuk memilih yang paling sesuai dengan jadwal dan gaya belajar pribadi Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah belajar bahasa Inggris lewat lagu sama sekali tidak berguna?
Tidak juga. Lagu sangat berguna sebagai alat bantu tambahan untuk melatih pendengaran, belajar pengucapan nada, dan menambah kosakata informal. Yang perlu dihindari adalah mengandalkannya sebagai satu-satunya sumber belajar.
Bagaimana cara menggunakan lagu dengan benar untuk belajar?
Pilih lagu dengan tempo lambat dan lirik yang jelas. Dengarkan sambil membaca liriknya. Catat kata-kata baru, lalu cari arti dan contoh penggunaannya dalam kalimat yang benar dari sumber terpercaya. Lebih baik lagi jika Anda bisa mendiskusikannya dengan guru untuk memastikan pemahaman yang akurat.
Apa yang harus saya cari dalam program kursus bahasa Inggris yang baik?
Cari program yang menawarkan kurikulum berjenjang, guru dengan sertifikasi mengajar (seperti TESOL/TEFL), fokus pada praktik percakapan interaktif, dan memberikan umpan balik personal terhadap kemajuan Anda.
Apakah ada rekomendasi platform belajar online yang cocok untuk pemula di Indonesia?
Ya, 51talk Indonesia adalah salah satu pilihan yang sangat cocok untuk pemula karena menawarkan kelas one-on-one dengan guru yang bisa menyesuaikan kecepatan mengajar sesuai level Anda, membangun dasar yang kuat dari nol.
Kesimpulan
Menggunakan lagu untuk belajar bahasa Inggris ibarat menggunakan bumbu penyedap dalam masakan—bisa menambah rasa dan kesenangan, tetapi bukan bahan utama yang mengenyangkan. **Kekurangan belajar bahasa Inggris dengan menggunakan lagu** terletak pada ketidakbakuan tata bahasa, pelafalan yang artistik, keterbatasan topik, dan yang terpenting, tidak adanya interaksi dan koreksi. Untuk hasil terbaik, bangunlah fondasi kemampuan bahasa Anda melalui pembelajaran terstruktur bersama guru profesional, dan gunakanlah lagu sebagai media pendukung yang menyenangkan. Dengan kombinasi ini, penguasaan bahasa Inggris yang efektif dan menyeluruh akan lebih mudah tercapai.
Referensi & Sumber Data:
1. British Council. “How to use songs in the English language classroom.” https://www.britishcouncil.org/voices-magazine/how-use-songs-english-language-classroom
2. Cambridge Assessment English. “The importance of teacher qualifications.” https://www.cambridgeenglish.org/blog/the-importance-of-teacher-qualifications/
*Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman praktis penulis sebagai ahli pendidikan selama lebih dari sepuluh tahun.

Comments are closed