Ketika kita membicarakan tentang penguasaan bahasa Inggris, seringkali yang terlintas adalah bakat atau kecerdasan. Namun, bagi banyak praktisi pendidikan bahasa, kunci sesungguhnya terletak pada kebiasaan belajar bahasa Inggris yang konsisten dan efektif. Lalu, apakah yang dimaksud dengan kebiasaan belajar bahasa Inggris itu? Secara sederhana, ini merujuk pada rutinitas atau praktik belajar yang dilakukan secara teratur, sistematis, dan berkelanjutan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa. Ini bukan tentang belajar maraton dalam satu malam, melainkan tentang komitmen harian yang kecil namun berdampak besar, seperti mendengarkan podcast selama perjalanan atau membaca artikel singkat setiap pagi. Memahami dan membangun kebiasaan ini adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin benar-benar fasih, bukan sekadar tahu teori tata bahasa.
Mengapa Kebiasaan Belajar Lebih Penting daripada Sekedar “Belajar”?
Banyak yang terjebak dalam pola “belajar saat ada ujian” atau “kursus musiman”. Pendekatan seperti ini seringkali kurang efektif karena otak kita membutuhkan paparan yang berulang dan konsisten untuk menguasai sebuah bahasa baru. Kebiasaan belajar bahasa Inggris menciptakan ritme yang memudahkan informasi disimpan dalam memori jangka panjang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Language Learning” menunjukkan bahwa peserta yang berlatih 30 menit setiap hari menunjukkan peningkatan kefasihan yang lebih signifikan dibandingkan dengan mereka yang belajar 3,5 jam sekali seminggu. Dengan kata lain, konsistensi adalah raja. Kebiasaan baik ini mengubah pembelajaran dari sebuah beban menjadi bagian yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana Membentuk Kebiasaan Belajar Bahasa Inggris yang Efektif?
Membangun kebiasaan membutuhkan strategi, bukan hanya kemauan. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan:
1. Mulailah dengan Hal yang Sangat Kecil dan Spesifik
Jangan langsung menargetkan “belajar 1 jam”. Target yang terlalu besar mudah gagal. Mulailah dengan komitmen yang hampir mustahil untuk ditolak, seperti: “Saya akan mendengarkan 1 lagu bahasa Inggris dan mencari arti 1 kata baru di dalamnya setiap hari sebelum sarapan.” Setelah kebiasaan ini mengakar, durasinya bisa ditambah perlahan.
2. Ikat dengan Rutinitas yang Sudah Ada
Teknik ini disebut “habit stacking”. Gabungkan aktivitas belajar baru dengan kebiasaan lama yang sudah solid. Contohnya: “Setelah saya menuangkan kopi pagi, saya akan membuka aplikasi belajar bahasa dan menyelesaikan 1 pelajaran singkat.” Dengan begitu, rutinitas yang ada menjadi pengingat alami untuk kebiasaan baru Anda.
3. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
Buatlah agar belajar menjadi pilihan yang mudah. Tempel kosa kata baru di kulkas, setel bookmark browser ke situs berita bahasa Inggris, atau ikuti akun media sosial yang berbahasa Inggris. Kurangi hambatan untuk memulai.
4. Fokus pada Proses, Bukan Hasil
Nikmati aktivitas belajarnya sendiri, bukan hanya terpaku pada “kapan saya bisa fasih”. Merayakan konsistensi, seperti menjaga streak di aplikasi belajar, bisa memberikan kepuasan dan motivasi intrinsik.
Pilar Penting dalam Kebiasaan Belajar Bahasa Inggris
Sebuah kebiasaan belajar yang komprehensif harus mencakup keempat keterampilan utama. Berikut adalah pilar-pilarnya beserta contoh aktivitas sederhana:
- Mendengarkan (Listening): Dengarkan podcast, lagu, atau audio-book selama bepergian. Gunakan fitur “slow speed” di awal jika diperlukan.
- Berbicara (Speaking): Ini adalah pilar yang sering terabaikan. Kebiasaan berbicara bisa dibangun dengan berlatih pelafalan (pronunciation) 5 menit sehari menggunakan video tutorial, atau lebih baik lagi, dengan memiliki partner bicara tetap.
- Membaca (Reading): Baca topik yang Anda sukai dalam bahasa Inggris, mulai dari caption media sosial, artikel pendek, hingga komik atau novel ringan.
- Menulis (Writing): Biasakan menulis jurnal harian singkat, catatan belanja, atau komentar di media sosial menggunakan bahasa Inggris.
Peran Platform dan Pendampingan Profesional
Meski belajar mandiri penting, memiliki panduan dan umpan balik dari ahli dapat mempercepat proses dan memperbaiki kesalahan yang tidak disadari. Di sinilah peran platform belajar yang kredibel menjadi krusial. Sebuah platform yang baik tidak hanya menyediakan materi, tetapi juga membantu Anda membangun rutinitas belajar bahasa Inggris yang terstruktur.
Penting untuk memilih penyedia layanan yang guru-gurunya memiliki kualifikasi internasional, seperti sertifikasi TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages), yang menjamin metode pengajaran yang terstandarisasi. Sebagai contoh, 51Talk Indonesia menawarkan program dengan guru-guru bersertifikat yang dapat membantu membentuk kebiasaan bicara (speaking habit) melalui kelas reguler yang terjadwal, menciptakan komitmen dan konsistensi bagi penggunanya.
Membandingkan Metode: Mana yang Lebih Efektif untuk Membangun Kebiasaan?
Pemilihan metode sangat mempengaruhi keberlangsungan kebiasaan belajar. Berikut perbandingan beberapa pendekatan umum:
| Metode Belajar | Kelebihan untuk Membangun Kebiasaan | Kekurangan / Tantangan | Cocok untuk Tipe Pembelajar |
|---|---|---|---|
| Belajar Mandiri (Aplikasi/Buku) | Fleksibel waktu, biaya rendah, bisa disesuaikan dengan minat pribadi. | Mudah kehilangan motivasi, kurangnya umpan balik untuk speaking, butuh disiplin tinggi. | Pembelajar yang sangat disiplin dan sudah memiliki dasar. |
| Kelas Grup Online/Offline | Ada interaksi sosial, jadwal tetap menciptakan komitmen, bisa belajar dari teman. | Kurang personal, kesempatan berbicara per individu terbatas, kecepatan belajar rata-rata. | Pembelajar yang menyukai dinamika kelompok dan butuh dorongan dari lingkungan. |
| Kelas Privat dengan Guru (seperti di 51Talk Indonesia) | Jadwal tetap membentuk rutinitas, umpan balik instan dan personal, fokus pada kelemahan individu, peluang praktik berbicara maksimal. | Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode mandiri. | Semua tipe, terutama yang ingin fokus pada kelancaran berbicara dan butuh bimbingan terstruktur. |
| Immersi (Nonton, Dengarkan, Baca) | Menyenangkan, mudah diintegrasikan dalam hobi, memperkaya kosa kata kontekstual. | Seringkali pasif (hanya listening/reading), kurang latihan produksi (speaking/writing). | Pembelajar yang ingin meningkatkan pemahaman dan menikmati proses belajar secara alami. |
Mengatasi Hambatan Umum dalam Menjaga Konsistensi
Bahkan dengan niat terbaik, hambatan pasti datang. Berikut solusi untuk masalah umum:
- Rasa Bosan: Variasikan materi dan aktivitas. Ganti podcast dengan video YouTube, atau coba game edukasi bahasa.
- Kurang Waktu: Ingat prinsip “mulai dari yang kecil”. Lima menit berbicara dengan tutor atau mendengarkan audio tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Manfaatkan celah waktu seperti menunggu antrian.
- Kehilangan Motivasi: Tetapkan tujuan jangka pendek yang bisa dirayakan (misal: bisa memesan makanan dalam bahasa Inggris), atau bergabung dengan komunitas belajar untuk saling menyemangati.
- Plateau (Merasa Tidak Ada Kemajuan): Ini fase normal. Coba tingkatkan level kesulitan, fokus pada area spesifik seperti idioms, atau minta guru untuk evaluasi objektif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah kebiasaan belajar bahasa Inggris?
A: Penelitian dari University College London menunjukkan rata-rata dibutuhkan 66 hari untuk sebuah perilaku baru menjadi otomatis, dengan rentang 18 hingga 254 hari. Kuncinya adalah konsistensi harian, bukan durasi per sesi.
Q: Apakah lebih baik fokus pada satu keterampilan dulu atau semua sekaligus?
A: Untuk pemula, mulailah dengan mendengarkan dan membaca untuk membangun “bank kata” dan kepercayaan diri. Namun, segera integrasikan latihan berbicara meski sederhana. Keterampilan saling mendukung.
Q: Bagaimana jika saya melewatkan satu hari belajar?
A: Jangan menjadikannya alasan untuk berhenti total. Sama seperti olahraga, melewatkan satu hari tidak menghapus progres Anda. Kembali lagi ke rutinitas keesokan harinya. Konsistensi jangka panjang lebih penting daripada kesempurnaan.
Q: Seberapa penting peran guru dalam membangun kebiasaan?
A: Sangat penting, terutama untuk keterampilan berbicara dan menulis. Guru yang baik bertindak sebagai pelatih (coach) yang memberikan panduan terstruktur, koreksi, dan akuntabilitas, yang sulit didapatkan dari belajar mandiri.
Q: Apa satu kebiasaan paling berdampak yang bisa saya mulai hari ini?
A: Ubah pengaturan ponsel dan media sosial Anda ke bahasa Inggris. Ini adalah bentuk pembiasaan diri dengan bahasa Inggris yang pasif namun sangat efektif untuk meningkatkan paparan Anda sepanjang hari.
Kesimpulan
Memahami apa itu kebiasaan belajar bahasa Inggris adalah langkah pertama yang transformatif. Ini adalah perjalanan dari pola “belajar ketika ingat” menuju “belajar karena sudah jadi rutinitas”. Dengan memulai dari langkah kecil yang spesifik, mengikatnya pada rutinitas yang ada, dan didukung oleh sumber belajar yang tepat—seperti platform yang menawarkan bimbingan guru bersertifikat—penguasaan bahasa Inggris yang aktif dan lancar bukan lagi sekadar impian. Ingatlah, yang membedakan mahir atau tidak, pada akhirnya, adalah rutinitas praktik bahasa Inggris yang Anda lakukan hari demi hari.
Referensi & Sumber Data:
1. Lally, P., van Jaarsveld, C. H. M., Potts, H. W. W., & Wardle, J. (2010). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology, 40(6), 998–1009. Dikutip dari situs jurnal Wiley Online Library.
2. Godfroid, A., & Winke, P. (2019). Naturalistic Language Learning. Dalam The Routledge Handbook of Second Language Acquisition and Pedagogy. Dikutip dari Routledge Handbooks sebagai tinjauan umum tentang pentingnya paparan konsisten.
*Situs web resmi platform belajar disebutkan sebagai bagian dari analisis layanan: 51Talk Indonesia.

Comments are closed