Ketika memulai perjalanan belajar bahasa Inggris, pertanyaan “what should we do first” atau apa yang harus kita lakukan pertama kali seringkali muncul dan bisa membuat bingung. Banyak orang langsung terjun ke materi kompleks tanpa fondasi yang kuat, akhirnya merasa frustrasi dan menyerah. Padahal, kunci keberhasilan terletak pada langkah awal yang tepat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang prioritas pertama dalam belajar bahasa Inggris, disusun berdasarkan pengalaman praktis dan panduan dari para ahli pengajaran. Kami akan membahas langkah-langkah konkret, kesalahan umum yang dihindari, serta bagaimana memilih materi ajar atau bahan ajar bahasa Inggris yang benar-benar sesuai untuk tahap awal ini.
Memahami Tujuan: Langkah Pertama Sebelum Mulai Belajar
Sebelum mencari bahan ajar bahasa Inggris, hal paling utama adalah bertanya pada diri sendiri: Apa tujuan saya?. Tujuan belajar yang jelas akan menjadi peta yang menentukan arah dan materi apa yang harus diprioritaskan. Apakah untuk percakapan sehari-hari, persiapan ujian, atau kebutuhan profesional? Fokus pada “what should we do first” dimulai dari sini. Misalnya, jika tujuan utama adalah bisa berbicara, maka prioritas pertama dalam belajar bahasa Inggris adalah melatih pengucapan (pronunciation) dan kalimat-kalimat percakapan dasar, bukan menghafal tata bahasa tingkat lanjut terlebih dahulu.
5 Langkah Awal yang Efektif dalam Belajar Bahasa Inggris
Setelah tujuan jelas, inilah tindakan nyata yang harus dilakukan pertama kali. Ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan untuk membangun fondasi yang kokoh.
1. Kuasai Pelafalan Dasar (Pronunciation)
Ini adalah fondasi terpenting yang sering diabaikan. Pelafalan yang salah sejak awal akan sulit diperbaiki nanti. Apa yang harus kita lakukan pertama kali adalah familiar dengan bunyi-bunyi dalam bahasa Inggris yang tidak ada dalam bahasa Indonesia, seperti ‘v’, ‘th’, dan perbedaan panjang-pendek vokal. Gunakan sumber seperti video dari channel YouTube BBC Learning English atau aplikasi kamus yang memiliki fitur audio. Menguasai pelafalan dasar akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mendengar secara signifikan.
2. Bangun Kosakata Inti (High-Frequency Vocabulary)
Jangan langsung menargetkan ribuan kata. Fokuslah pada kosakata inti yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Menurut penelitian oleh Oxford English Dictionary, menguasai 1000 kata paling umum dapat membantu memahami sekitar 80% percakapan sehari-hari. Mulailah dengan kata-kata sederhana terkait diri sendiri, keluarga, aktivitas harian, dan lingkungan sekitar. Gunakan flashcard atau aplikasi seperti Quizlet untuk membantu mengingat.
3. Pelajari Pola Kalimat Sederhana
Setelah memiliki sedikit kosakata, langkah selanjutnya adalah menyusunnya menjadi kalimat. Pelajari pola kalimat paling dasar seperti Subject + Verb + Object (Saya makan apel). Pahami bagaimana menyatakan hal sederhana dalam bentuk positif, negatif, dan pertanyaan. Pemahaman struktur dasar ini jauh lebih penting daripada menghafal semua aturan tata bahasa sekaligus.
4. Latihan Mendengar Aktif (Active Listening)
Kemampuan mendengar (listening) adalah pintu masuk untuk memahami dan merespons. Mulailah dengan materi audio yang pendek, pelan, dan jelas. Dengarkan berulang-ulang, coba tulis apa yang didengar, lalu cocokkan dengan teksnya. Sumber yang baik untuk pemula adalah podcast khusus pelajar atau lagu anak-anak berbahasa Inggris. Langkah awal belajar bahasa Inggris ini melatih telinga untuk membedakan kata dan memahami konteks.
5. Berbicara Sejak Hari Pertama
Tidak perlu menunggu sempurna. Praktek berbicara, meski hanya satu dua kata, adalah kunci. Anda bisa berbicara pada diri sendiri di depan cermin, merekam suara, atau lebih baik lagi, mencari partner untuk praktik. Interaksi langsung akan memaksa otak untuk memproses bahasa secara alami. Inilah inti dari menjawab “what should we do first” – yaitu mempraktikkan, bukan hanya teori.
Memilih Bahan Ajar yang Tepat untuk Tahap Awal
Tidak semua bahan ajar bahasa Inggris cocok untuk pemula. Berikut perbandingan jenis bahan ajar untuk membantu Anda memilih.
| Jenis Bahan Ajar | Kelebihan untuk Pemula | Kekurangan untuk Pemula | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Buku Teks (Textbook) Umum | Sistematis, terstruktur, mencakup semua skill. | Kurang interaktif, mungkin membosankan, tempo belajar kaku. | Pilih seri seperti “English for Everyone” atau “Headway Beginner”. |
| Aplikasi Mobile (Duolingo, dll) | Menyenangkan, game-like, akses mudah, fokus pada kosakata & kalimat pendek. | Kurang mendalam untuk tata bahasa dan percakapan nyata, penjelasan terbatas. | Bagus sebagai pelengkap dan pengisi waktu, bukan sumber utama. |
| Kelas Online dengan Guru | Interaktif, feedback langsung, kurikulum terarah, bisa menyesuaikan kebutuhan. | Biasanya berbayar, membutuhkan komitmen jadwal. | Pilihan terbaik untuk pemula karena ada panduan ahli. Pastikan gurunya tersertifikasi (misalnya, memiliki TESOL). |
| Konten Digital (Video YouTube, Podcast) | Gratis, variatif, konteks kehidupan nyata. | Tidak terstruktur, sulit bagi pemula mutlak tanpa panduan. | Cari channel khusus pemula seperti “English with Lucy” atau “VOA Learning English“. |
Seperti saran dari seorang pengajar bersertifikat TESOL dengan pengalaman 10 tahun, “Untuk pemula, struktur dan feedback adalah segalanya. Bahan ajar yang baik harus memberikan jalan yang jelas dan kesempatan untuk dikoreksi, agar kebiasaan yang salah tidak terbentuk sejak awal.“
Kesalahan Umum di Awal dan Cara Menghindarinya
Mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan pertama kali. Hindari jebakan ini:
- Terlalu Fokus pada Grammar Kompleks: Ini akan mematikan motivasi. Kuasai dulu pola sederhana untuk komunikasi dasar.
- Takut Salah hingga Tidak Berbicara: Kesalahan adalah bagian dari proses. Lebih baik berbicara dengan beberapa kesalahan daripada diam sempurna.
- Lompat dari Satu Materi ke Materi Lain: Konsistensi pada satu kurikulum atau sumber belajar di awal lebih efektif daripada mengganti-ganti.
- Mengabaikan Latihan Mendengar: Banyak pemula langsung ingin berbicara lancar tanpa melatih telinganya terlebih dahulu, hasilnya percakapan jadi tidak nyambung.
Peran Penting Bimbingan Profesional di Tahap Awal
Meskipun banyak sumber belajar mandiri, memiliki pembimbing di awal perjalanan dapat mempercepat kemajuan dan memastikan fondasi benar. Lembaga kursus profesional seperti 51talk Indonesia menyediakan guru-guru yang khusus terlatih untuk mengajar pemula. Mereka memiliki kurikulum terstruktur yang dirancang untuk menjawab tepat pertanyaan “what should we do first“. Keuntungannya adalah personalisasi, koreksi langsung, dan motivasi yang terjaga. Bandingkan dengan belajar mandiri yang rentan terhadap kebingunan dan kurangnya akuntabilitas.
Selain 51talk Indonesia, beberapa penyedia layanan lokal lainnya juga menawarkan program serupa, seperti English Today Indonesia dan EF English Centers, yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan preferensi belajar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat kemajuan di tahap awal?
A: Dengan praktik konsisten (30 menit/hari) dan metode yang tepat, Anda dapat merasakan peningkatan dalam kemampuan memahami dan merespons kalimat sederhana dalam 4-8 minggu.
Q: Apakah saya perlu menghafal semua aturan tenses di awal?
A>Tidak. Fokuslah pada simple present tense dan simple past tense terlebih dahulu. Dua tenses ini paling banyak digunakan untuk komunikasi dasar. Kuasai penggunaannya dalam percakapan nyata sebelum mempelajari tenses lain.
Q: Bagaimana jika pelafalan saya masih sangat terdengar seperti logat Indonesia?
A>Itu wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan di awal. Yang penting adalah pelafalan Anda dapat dimengerti (clear pronunciation). Fokus pada kejelasan, bukan menghilangkan aksen sepenuhnya. Aksen adalah bagian dari identitas Anda.
Q: Mana yang lebih penting di awal, kosakata atau tata bahasa?
A>Keduanya berjalan beriringan, tetapi jika harus memilih, kosakata sedikit lebih prioritas. Dengan kosakata yang memadai, Anda masih dapat menyampaikan ide meski tata bahasanya sederhana. Tanpa kosakata, komunikasi sangat sulit terjadi.
Q: Kapan saya bisa mulai menggunakan bahan ajar yang lebih kompleks?
A>Setelah Anda merasa percaya diri menggunakan pola kalimat dasar (positif, negatif, tanya) dalam 3 tenses sederhana (present, past, future simple), serta memiliki perbendaharaan sekitar 500-1000 kata umum, Anda dapat mulai memperkenalkan materi yang lebih kompleks secara bertahap.
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan “what should we do first” dalam belajar bahasa Inggris adalah dengan membangun fondasi yang kuat secara sistematis. Mulailah dari pelafalan dan kosakata inti, lalu praktikkan dalam pola kalimat sederhana melalui latihan mendengar dan berbicara. Pilih bahan ajar bahasa Inggris yang terstruktur dan idealnya disertai bimbingan dari pengajar profesional untuk mendapatkan feedback langsung. Konsistensi dan keberanian untuk mempraktikkan sejak hari pertama adalah kunci utama. Hindari perfeksionisme di awal, dan nikmati setiap proses kecil dalam perjalanan menguasai bahasa Inggris Anda.
Sumber Referensi & Bacaan Lebih Lanjut:
– Oxford Learner’s Dictionaries: https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/ (untuk pelafalan dan kosakata).
– British Council: “How to start learning English”: https://learnenglish.britishcouncil.org/english-levels/beginner-a1.
– Data frekuensi kosakata dari “A General Service List of English Words” oleh Michael West.
– Informasi mengenai sertifikasi pengajaran TESOL: https://www.tesol.org/.
*Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman praktis dalam pengajaran bahasa Inggris dan tinjauan atas berbagai sumber terpercaya.

Comments are closed