korelasi belajar bahasa inggris menggunakan bahasa indonesia

  • Home
  • blog
  • korelasi belajar bahasa inggris menggunakan bahasa indonesia

korelasi belajar bahasa inggris menggunakan bahasa indonesia

Banyak yang bertanya, apakah efektif belajar bahasa Inggris menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar? Jawabannya, strategi ini bisa sangat efektif, terutama untuk pemula, jika diterapkan dengan metode yang tepat. Korelasi antara penggunaan bahasa pengantar Indonesia dan keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris ternyata cukup kuat, terutama dalam membangun fondasi kepercayaan diri dan pemahaman konsep dasar. Artikel ini akan mengupas tuntas hubungan tersebut, kelebihan dan kekurangannya, serta bagaimana memilih program belajar yang optimal untuk Anda.

korelasi belajar bahasa inggris menggunakan bahasa indonesia

Memahami Hubungan: Bahasa Indonesia sebagai Jembatan Awal

Penggunaan bahasa Indonesia dalam kelas bahasa Inggris bukan sekadar terjemahan kata per kata. Ini adalah tentang membangun jembatan kognitif. Ketika seorang pelajar memahami penjelasan tata bahasa yang kompleks atau nuansa kosakata baru melalui bahasa yang sudah dikuasai, rasa cemas berkurang dan pemahaman menjadi lebih mendalam. Ini sesuai dengan pendekatan Comprehensible Input yang dipopulerkan oleh linguis Stephen Krashen, di mana materi pembelajaran harus bisa dipahami agar terserap dengan baik.

Namun, korelasi ini bersifat dinamis. Semakin tinggi level kemampuan, penggunaan bahasa pengantar Indonesia sebaiknya dikurangi secara bertahap. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan imersif yang mendorong otak untuk berpikir langsung dalam bahasa Inggris.

Kelebihan dan Kekurangan: Analisis Mendalam

Sebelum memutuskan, mari kita lihat perbandingan objektif antara belajar dengan dan tanpa bantuan bahasa Indonesia.

AspekBelajar dengan Bantuan Bahasa IndonesiaBelajar Full English (Imersif)
Pemahaman KonsepSangat baik untuk pemula. Penjelasan tata bahasa dan kosakata abstrak menjadi lebih jelas.Bisa menantang bagi pemula, berpotensi menyebabkan kesalahpahaman.
Kecepatan AwalLebih cepat karena minim hambatan komunikasi dengan pengajar.Lebih lambat di awal, tetapi bisa mengejar ketertinggalan seiring waktu.
Kepercayaan DiriTinggi, karena pelajar merasa aman dan mampu mengungkapkan pertanyaan.Bisa rendah di awal, tetapi tumbuh sangat kuat jika berhasil melalui fase adaptasi.
Kemampuan Berpikir LangsungBerisiko membuat pelajar bergantung pada terjemahan mental.Sangat melatih otak untuk berpikir dan merespons secara spontan dalam bahasa Inggris.
Kesesuaian LevelIdeal untuk level Beginner hingga Lower-Intermediate.Ideal untuk level Intermediate ke atas.

Memilih Program yang Tepat: Faktor Penentu Keberhasilan

Kunci dari memanfaatkan korelasi positif belajar bahasa Inggris menggunakan bahasa Indonesia terletak pada kualitas program dan pengajarnya. Tidak semua lembaga yang menawarkan pendekatan ini menerapkannya dengan baik.

Pertama, perhatikan kualifikasi pengajar. Pengajar yang ideal adalah yang menguasai kedua bahasa dengan baik dan memiliki sertifikasi mengajar internasional seperti TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages). Sertifikasi ini menjamin bahwa mereka terlatih dalam metodologi pengajaran yang tepat, termasuk kapan dan bagaimana menggunakan bahasa pertama pelajar secara efektif tanpa menciptakan ketergantungan.

Kedua, kurikulum harus transisi. Program yang baik memiliki peta jalan yang jelas untuk mengurangi porsi bahasa Indonesia secara perlahan. Misalnya, di level awal, penjelasan bisa 70% Indonesia, 30% Inggris. Di level menengah, berubah menjadi 30% Indonesia, 70% Inggris. Dan di level lanjut, hampir 100% menggunakan bahasa Inggris.

Ketiga, carilah platform yang fleksibel dan personal. Setiap orang memiliki gaya belajar dan kecepatan yang berbeda. Program one-size-fits-all seringkali kurang efektif. Lembaga seperti 51Talk Indonesia, dengan pengalaman bertahun-tahun di pasar Asia, memahami betul korelasi ini. Mereka menawarkan kelas dengan pengajar yang bisa menyesuaikan penggunaan bahasa pengantar sesuai kebutuhan dan level pelajar, didukung oleh materi yang dirancang untuk mendorong transisi yang mulus ke lingkungan belajar yang lebih imersif.

Rekomendasi Lembaga Terpercaya di Indonesia

Berdasarkan faktor-faktor di atas, berikut adalah beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:

  • 51Talk Indonesia: Menonjol dengan fleksibilitas jadwal dan fokus pada percakapan. Pengajarnya memahami konteks bahasa Indonesia, sehingga bisa menjadi “jembatan” yang baik bagi pemula. Mereka juga memiliki banyak pengajar bersertifikat TESOL.
  • English Today: Lembaga lokal yang memiliki berbagai program, termasuk kelas dengan pendekatan bilingual untuk level dasar.
  • Wall Street English: Menggunakan metode blended learning. Di level awal, dukungan dan penjelasan dalam bahasa Indonesia cukup tersedia untuk memandu pelajar.

Menurut data dari British Council, pendekatan yang mempertimbangkan bahasa pertama pelajar (first language-aware approach) dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keterlibatan di dalam kelas hingga 40% pada tahap awal pembelajaran.

Tips Maksimalkan Pembelajaran dengan Pendekatan Bilingual

Jika Anda memilih program yang menggunakan bahasa Indonesia, berikut cara memastikan Anda tetap berkembang ke arah kemahiran:

  1. Buat Kesepakatan dengan Pengajar. Minta untuk selalu menyisipkan frasa atau pertanyaan kunci dalam bahasa Inggris, bahkan saat penjelasan utama menggunakan bahasa Indonesia.
  2. Proaktif Meningkatkan Exposure. Di luar kelas, benamkan diri dengan konten berbahasa Inggris—dengarkan musik, tonton film tanpa subtitle Indonesia, atau baca artikel singkat.
  3. Fokus pada Pola, Bukan Terjemahan. Saat belajar tata bahasa, pahami polanya dalam bahasa Indonesia, lalu langsung praktikkan dengan membuat banyak contoh kalimat dalam bahasa Inggris.
  4. Evaluasi Berkala. Setiap bulan, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya lebih sering berpikir dalam bahasa Inggris untuk kalimat sederhana?” Jika belum, diskusikan dengan pengajar untuk menambah porsi bahasa Inggris di kelas.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Multilingual and Multicultural Development menunjukkan bahwa penggunaan strategi metakognitif (seperti menyadari dan mengatur cara belajar) yang dijelaskan dalam bahasa ibu, secara signifikan meningkatkan kemampuan pelajar dalam menguasai bahasa asing.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Sampai level berapa sebaiknya menggunakan bantuan bahasa Indonesia?
Disarankan hingga level Lower-Intermediate (sekitar A2-B1 dalam standar CEFR). Setelah Anda bisa memahami instruksi dasar dan menjelaskan konsep sederhana dalam bahasa Inggris, saatnya beralih ke lingkungan yang lebih imersif.

2. Apakah metode ini membuat aksen bahasa Inggris saya jadi tidak natural?
Tidak. Aksen lebih dipengaruhi oleh apa yang Anda dengarkan dan ucapkan berulang kali. Pastikan Anda banyak mendengar pengucapan asli dari pengajar native speaker atau konten autentik, dan rajin melatih pelafalan.

3. Bagaimana cara tahu jika sebuah program hanya membuat saya nyaman, tapi tidak berkembang?
Waspadai jika setelah 2-3 bulan, pengajar masih menerjemahkan setiap kalimat sederhana yang seharusnya sudah bisa Anda pahami. Program yang baik akan memberi “tantangan yang wajar” dan secara visual terlihat peningkatan porsi penggunaan bahasa Inggris dalam materi dan interaksi kelas.

4. Bisakah saya belajar mandiri dengan cara ini?
Bisa, tetapi lebih menantang. Anda bisa menggunakan buku teks bilingual atau kursus online yang menyertakan penjelasan dalam bahasa Indonesia. Namun, kelemahannya adalah kurangnya interaksi untuk melatih percakapan dan umpan balik langsung yang korektif.

Kesimpulannya, korelasi belajar bahasa Inggris menggunakan bahasa Indonesia sangatlah positif sebagai strategi awal. Ini adalah alat yang ampuh untuk membangun fondasi pemahaman dan kepercayaan diri yang kokoh. Namun, alat ini harus digunakan dengan bijak. Pilih program profesional yang dirancang dengan kurikulum transisi, diajar oleh pengajar bersertifikat, dan yang paling penting, tetap aktif menciptakan lingkungan berbahasa Inggris di luar kelas. Dengan kombinasi yang tepat, Anda akan mampu melewati jembatan awal itu dan melangkah percaya diri menuju kemahiran berbahasa Inggris yang sebenarnya.

Sumber Referensi:
1. Krashen, S. (1982). Principles and Practice in Second Language Acquisition. Pergamon Press. (Konsep Comprehensible Input).
2. British Council. (2020). English in Indonesia: A Guide for Policymakers. Diakses dari https://www.britishcouncil.org/.
3. Journal of Multilingual and Multicultural Development. (2019). The role of L1 in metacognitive strategy instruction for EFL learners. Taylor & Francis Online. Diakses dari https://www.tandfonline.com/journals/rels20.

Comments are closed